Assalamualaikum wr wb.
Berbagi Kisah perjalanan singkat, pada saat kami kafilah dakwah di lereng gunung semeru tepatnya di perkampungan suku tengger, banyak pengalaman yang kami dapatkan, selama kurang lebih 2 bulan kami disana mendampingi para mu'allaf, masyarakat disana merupakan masyarakat yang kuat dalam memegang prinsip perdamaian, hal ini kami rasakan dan kami saksiakan betapa harmonisnya mereka, bahkan bukan dengan kaum muslimin saja melainkan non muslin juga.
Agama masyarakat suku tengger ada yag Islam, hindu dan ada pulang yang beragama nasrani. Dalam beragama di kalangan masyarakat suku tengger bebas mau memilih yang mana saja, walaupun dalam satu keluarga, ini kami jumpai seorang kepala keluarga yang beragama Islam namun istrinya masih menganut agama hindu, keadaan seperti ini sudah lumrah bagi masyrakat suku tengger.
Adat dan budaya masih erat, masyarakat suku Tengger masih sering menggunakan sesaji-sesaji, namun kegiatan tersebut sudah mulai terkikis, setelah banyaknya aktivis dakwah yang turun dan mendampingi mereka, salah seorang tokoh yang sangat berpengaruh bagi perkembangan Islam di suku Tengger, sebut saja namanya pak tomo, beliau merupakan mu'alaf pertama di masyarakat suku Tengger. Pada tahun 1971 belaiu mengucapkan dua kalimat syahadat kemuadian beliau belajar mengaji kepada salah seorang ustadz yang dikirim dari pemda kab lumajang, awal mulanya beliau masih mempelajari makna dari syahadat kemudian tata cara sholat, seiring berjalan beliau belajar ilmu fiqih juga, setelah merasa cukup dan mampu Berbagi dengan yang lain, disini pak tomo berfikir untuk menyebarkan agama Islam di masyarakat suku tengger. Berdakwah dan menyebarkan agama Islam itu Memang sulit, rintangan, cobaan, ancaman silir menghampiri, hal itu yang dirasakan pak tomo, beliau berdakwah dari satu kampung kekampung yang lain, dari satu dusun ke dusun yang lain,.hingga beliau menguasai satu desa binaan, ya walaupun belum keseluruhan masuk Islam.
Berangkat pagi pulang tengah malam, itu kegiatan pak tomo setiap harinya, beliau mendampingi para mu'allaf, lelaki tua renta itu mangatakan, " urip iku mo sedelo, moko uriplah seng manfaat kangge wong lio".
Kehidupan yang sederhana tidak menghentikan pak tomo dalam menyebarkan Islam di masyarakat suku Tengger, dengan ikhtiar dan doanya beliau tetap berjalan walaupun nyawa beliau pertaruhkan. Selain menjadi aktivis dakwah beliau juga bertani guna menyukupi kedidupan istri dan anak-anaknya, begitulah rutinitas kegiatan pak tomo.
Mungkin ini episod pertama dari cerita masyarakat suku tengger dan dakwah islamiyah, tunggu episod selanjutnya.
Posted by Unknown
on 20.27

0 komentar:
Posting Komentar