
PsyWar | Kabinet Arab Saudi mendukung semua tindakan hukum yang diambil oleh pemerintah Bahrain terhadap mereka yang berusaha merongrong keamanan negara pulau tersebut.
Dalam sebuah pernyataan kepada SPA hari Selasa, Essam bin Saad, menteri kebudayaan dan informasi, mengatakan bahwa sikap dukungan ini adalah salah satu keputusan dalam pertemuan kabinet yang dipimpin oleh Raja Salman.
Menurut Essam, Arab Saudi mendukung penuh langkah peradilan yang dilakukan Kerajaan Bahrain dalam memerangi ekstremisme dan terorisme, serta segala bentuk perwujudannya, dalam rangka menjaga keamanan dan stabilitas negara, maupun persatuan rakyat Bahrain.
Sikap ini muncul setelah serangkaian putusan pemerintah Bahrain dalam melemahkan kekuatan kelompok Syi'ah Imamiyah di negeri itu.
Diantaranya adalah membekukan kelompok oposisi Syi'ah, al-Wefaq, dan pencabutan kewarganegaraan ulama Syi'ah yang disebut telah menebar kebencian sektarian pada rakyat Bahrain.
Arab Saudi sendiri pernah mengirim militernya ke Bahrain untuk membantu pemerintah Sunni mengatasi gejolak politik 2011 akibat aksi protes massal penduduk Syi'ah yang didukung Iran.
Putusan Bahrain mendapat kecaman serta ancaman dari Republik Syi'ah Iran dan kelompok teroris Hezbollah.
Sementara terkait Suriah, Kabinet Saudi meminta masyarakat internasional agar mengambil sikap bersatu dalam menghentikan pembantaian rakyal sipil oleh rezim Basyar al-Assad dan sekutu terorisnya, seperti Hezbollah Lebanon atau milisi Syi'ah asing.
Tindakan rezim Suriah telah menyebabkan kematian lebih dari 300 ribu orang. Sehingga dibutuhkan upaya "menyeret penjahat perang Suriah ke pengadilan internasional".
Kabinet Saudi juga menegaskan kembali seruannya pada masyarakat internasional agar mengambil sikap dalam menghentikan praktik-praktik apartheid Israel di wilayah pendudukan Palestina.
Termasuk segala jenis pembunuhan sistematis, penyiksaan, pengepungan dan penghancuran properti warga (penggusuran), dan upaya Yahudisasi terhadap situs suci umat Islam, Al-Quds.
"..Mendesak adanya sikap (menekan) pada mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang keji terhadap rakyat Palestina", ujar Essam. (Risalah.tv)

0 komentar:
Posting Komentar